Home / Info Diabetes / Bingung Dengan Pengobatan Diabetes? Simak Penjelasan Berikut!

Bingung Dengan Pengobatan Diabetes? Simak Penjelasan Berikut!

diabetes melitusDiabetes melitus atau lebih sering disebut oleh masyarakat sebagai kencing manis

Adalah sebuah penyakit metabolic dengan karakteristik hiperglikemia atau konsentrasi gula darah tinggi yang terjadi karena kelainan dari sekresi insulin, kinerja insulin atau disebabkan oleh keduanya.

Menurut badan kesehatan dunia atau WHO, diabetes atau kencing manis ini didefiniskan sebagai gangguan metabolisme kronis

Yang disertai dengan adanya gangguan metabolisme dari karbohidrat, protein dan lemak akibat dari tidak maksimalnya kinerja insulin.

Gangguan dari insulin ini dapat disebabkan oleh gangguan produksi insulin dari sel-sel beta Langerhaens kelenjar pankreas atau disebabkan oleh kurang responsifnya sel tubuh terhadap insulin.

Fakta Tentang Penderita Penyakit Diabetes Di Indonesia

diabetes melitusJumlah penderita penyakit diabetes di Indonesia ternyata cukup mencengangkan

Pada tahun 2007 sekitar 5,7% masyarakat Indonesia menderita kencing manis, itu berarti 1 dari 20 masyarakat Indonesia adalah penderita kencing manis.

Pada tahun 2013, meningkat menjadi 6,9% penduduk Indonesia merupakan penderita kencing manis

Yang artinya 1 dari 14 penduduk Indonesia menderita kencing manis.

Data tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara peringkat ke empat dengan penderita diabetes terbanyak di dunia setelah India, China, dan Amerika Serikat.

Dari jumlah tersebut, sayangnya ada lebih dari separuhnya yang tidak mengetahui bahwa ia mengalami kencing manis.

Diabetes militus atau kencing manis ini merupakan salah satu penyakit mematikan yang telah menjadi persoalan serius bukan hanya di Indonesia namun juga di seluruh dunia.

Setiap tahun ada sekitar 3,2 juta kematian yang disebabkan langsung oleh diabetes.

Jumlah penderitanya pun meningkat dari tahun ke tahun.

Indonesia sendiri diperkirakan akan memiliki penderita diabetes sebanyak 21,3 juta jiwa pada tahun 2030 mendatang.

Survey Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Pada tahun 2007 hingga 2017 mencatat bahwa pada tahun 2017 jumlahnya meningkat menjadi dua kali lipat dibandingkan tahun 2007.

Jika dilihat dari sebaran umurnya maka dapat dilihat bahwa umur penderita diabetes pun semakin hari semakin muda.

Sebanyak 1,67 juta orang pasien penderita diabetes berusia di bawah empat puluh tahun, 4,65 juta orang

Penderita diabetes lainnya berusia empat puluh hingga enam puluh tahun,

Sedangkan sisanya atau sekitar 2 juta orang pasien penderita diabetes berusia enam puluh hingga delapan puluh tahun.

Pembagian Macam-Macam Penyakit Diabetes

diabetes melitusMenurut ilmu kesehatan sendiri, diabetes dibagi menjadi tiga, yaitu diabetes tipe satu, diabetes tipe dua dan diabetes gestasional,Diabetes tipe satu lebih sering terjadi pada remaja,

Hal ini disebabkan karena lebih dari 90% dari sel beta di kelenjar pankreas yang berfungsi sebagai produsen insulin

Mengalami kerusakan secara permanen oleh karena jumlah insulin yang diproduksi sedikit atau tidak ada sama sekali.

Belum diketahui dengan pasti apa yang menyebabkan rusaknya sel beta di kelenjar pankreas

Namun para ilmuwan mempercayai bahwa faktor lingkungan seperti virus atau faktor gizi dapat menyebabkan penghancuran dari sel beta di pankreas.

Menurut data sebuah penelitian, hanya sekitar 10% dari total pasien penderita diabetes yang mengalami diabetes tipe satu.

Diabetes tipe dua tidak ada kerusakan sel beta di kelenjar pankreas.

Sehingga masih dapat memproduksi insulin, akan tetapi tubuh mengalami resisten atau kebal terhadap efek insulin

Sehingga tidak ada insulin yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dari tubuh saat itu.

Diabetes tipe dua ini lebih sering terjadi pada pasien diatas tiga puluh tahun dan resiko terserangnya akan meningkat seiring dengan penambahan usia.

Faktor Penyebab Penyakit Diabetes

diabetes melitusPada diabetes tipe 2, obesitas adalah faktor resiko utama. Sebanyak 80% hingga 90% pasien diabetes mengalami obesitas.

Sementara itu, obesitas dapat menyebabkan sensitifitas insulin menurun, maka dari itu orang-orang yang mengalami obesitas

Membutuhkan insulin dalam jumlah besar untuk dapat membuat kadar gula darah menjadi normal.

Sementara itu diabetes gestasional adalah diabetes yang terjadi pada ibu hamil yang sifatnya sementara selama hamil.

Namun, setelahnya juga dapat menjadi faktor resiko terserang diabetes di lain waktu.

Cara Mencegah Penyakit Diabetes

Diabetes militus atau kencing manis dapat diterapi dengan dengan terapi obat maupun terapi non obat.

Untuk terapi non obat di antaranya adalah dengan melakukan diet rendah kalori, rendah lemak dan diet tinggi serat.

Pengaturan jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh digunakan untuk mengatur kembali berat badan ideal.

Selain itu juga dilakukan diet karbohidrat kompleks agar tidak mudah dipecah menjadi glukosa sehingga dapat mengantisipasi lonjakan glukosa setelah makan.

Contoh makanan yang dapat dikonsumsi oleh pasien penderita diabetes adalah oats, gandum, kentang, jagung, ubi jalar, minyak zaitun, kacang-kacangan, buah segar, daging putih, roti gandum, selada, bayam, apel, pir, serta minuman dengan kadar gula rendah atau tanpa gula.

Makanan yang perlu dikurangi atau dihindari adalah nasi, batasi kentang dan labu, hindari roti putih, daging merah, lemak jenuh

Hindari konsumsi gula lebih dari empat sendok makan setiap hari.

Pengaturan jadwal makan juga wajib dilakukan oleh penderita diabetes.

Sebaiknya jadwal makan diatur dengan interval 3 jam sekali dengan 3 kali makan besar dan 3 kali makan

Selingan serta tidak menunda-nunda jadwal makan sehari-hari.

Selalu Melakukan Aktifitas Fisik

diabetes melitusPasien penderita diabetes juga wajib untuk melakukan aktifitas fisik secara teratur.

Olahraga adalah salah satu solusi agar penderita diabetes dapat mengegrakkan fisik.

Olahraga dapat dilakukan 3 sampai 4 kali seminggu kurang lebih selama tiga puluh menit.

Olahraga tersebut terdiri dari pemanasan selama lima belas menit dan pendinginan selama lima belas menit juga.

Olahraga selain dapat menurunkan berat badan juga dapat digunakan untuk membantu memperbaiki insulin.

Kegiatan sehari-hari seperti menyapu, mengepel, berjalan kaki ke pasar, menggunakan tangga, berkebun harus tetap dilakukan dan hindari aktifitas yang jarang bergerak seperti menonton televise, bermain game dan lainnya.

Selain dengan terapi non obat, tentu perlu diberikan terapi obat kepada pasien penderita diabetes.

 Pengobatan Penyakit Diabetes

Tujuan dari terapi obat adalah untuk mempertahankan kadar gula darah tetap dalam kondisi normal dan meminimalisasi resiko komplikasi.

Beberapa obat yang dapat diberikan di antaranya adalah metformin, sulfonil urea, pioglitazone dan akarbose.

Metaformin yang bekerja dengan cara menurunkan kadar gula darah yang disalurkan dari hati ke aliran darah dan membuat tubuh lebih responsive terhadap insulin.

Metaformin sendiri berbeda dengan obat antidiabetes lainnya, metformin tidak menyebabkan peningkatan berat badan.

Efek samping dari metformin adalah mual dan diare. Selain metformin, biasanya pasien penderita diabetes atau kencing diberikan sulfonil urea.

Contoh dari obat ini adalah glimepiride, glibenklamid, glipizid dan gliclazide.

Pada penderita diabetes yang tidak dapat menggunakan metformin atau tidak masuk dalam kategori obesitas dapat diberikan obat ini.

Kinerja dari sulfonil urea adalah meningkatkan kadar insulin dalam tubuh sehingga dapat segera memecah glukosa menjadi asupan energi.

Obat ini juga dapat memiliki efek samping yang serupa dengan metformin.

Dokter juga biasanya memberikan pioglitazone biasanya dikombanisakan dengan metformin atau sulfonil urea.

Obat ini bekerja dengan cara memicu sel-sel tubuh agar lebih sensitive terhadap insulin, sehingga lebih banyak glukosa yang diolah menjadi energi.

Obat ini memiliki efek samping bengka pada pergelangan kaki serta peningkatan berat badan tubuh.

Selain itu juga kadang, dokter akan memberikan akarbose, yang bertujuan untuk memperlambat proses pencernaan karbohidrat menjadi glukosa

Sehingga terjadi pencegahan lonjakan glukosa dalam darah setelah makan. Efek samping dari obat ini adalah diare serta perut kembung.

Akarbose biasanya hanya diberikan apabila obat lain tidak dapat digunakan oleh pasien.

Sarang Semut Papua Sebagai Obat Alternatif Diabetes

diabetes melitusSelain obat-obatan konvensional, pasien penderita diabetes dapat menggunakan terapi obat herbal seperti sarang semut.

Walaupun namanya sarang semut namun sesungguhnya ini adalah suatu tanaman yang memiliki lekukan-lekukan dan berwarna coklat tua seperti sarang semut.

Biasanya tumbuhan epifit ini sering digunakan sebagai sarang dari semut dan juga serangga lainnya.

Sarang semut memiliki kandungan senyawa aktif polifenol yang dapat berperan sebagai antikanker

Dan bahkan bukan hanya itu saja, polifenol juga dapat memiliki peran sebagai anti diabetes dan juga anti mikroba.

Polifenol sendiri adalah suatu senyawa kimia yang banyak dijumpai pada berbagai macam tanaman.

Zat ini memiliki identitas yang khas pada struktur kimianya yaitu memiliki banyak gugus fenol dalam rumus molekulnya.

Sarang semut telah banyak digunakan oleh masyarakat secara turun-temurun

Dan terbukti bahwa mengonsumsi sarang semut secara rutin dapat menjaga kadar gula darah anda dalam rentang normal.

Untuk mendapatkan sarang semut, anda tidak perlu bersusah payah mencarinya karena anda akan mendapatkannya di obat-online.com.

 

Comment

comments

About faizal

Check Also

Apakah Bisa Menormalkan Gula Darah Dengan Sarang Semut?

Data tentang jumlah penderita penyakit diabetes di Indonesia ternyata cukup mencengangkan, pada tahun 2007 sekitar …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *